DINAMIKA PANCASILA

Salah satu ciri dari Negara hukum adalah terdapat suatu kemerdekaan hakim yang bebas, tidak memihak dan tidak dipengaruhi oleh Kekuasaan Legislatif dan Eksekutif. Kebebasan hakim tersebut tidak dapat diartikan bahwa hakim dapat melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap suatu perkara yang sedang ditanganinya, akan tetapi hakim tetap terikat pada peraturan hukum yang ada. Hakim berbeda dengan pejabat-pejabat yang lain, ia harus benar-benar menguasai hukum, bukan sekedar mengandalkan kejujuran dan kemauan baiknya.

Pada makalah ini saya akan menjelaskan tentang Dinamika Pancasila. Berita yang akan saya angkat adalah tentang kasus Penyuapan Hakim. pengertian hakim terdapat dalam Pasal 31 Undang-Undang No. 4 Tahun 2004 Tentang Kekuasaan Kehakiman, dalam pasal tersebut disebutkan bahwa hakim adalah pejabat yang melakukan kekuasaan kehakiman yang diatur dalam undang-undang. Hakim diberi Negara wewenang oleh Undang-Undang untuk mengadili. Kekuasaan Kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka, seperti yang dinyatakan dalam penjelasan Pasal 24 dan Pasal 25 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yaitu bahwa “Kekuasaan Kehakiman ialah kekuasaan yang merdeka, artinya terlepas dari pengaruh dan campur tangan kekuasaan pemerintah. Tapi pada kasus yang kita temui kali ini

 “ mantan Wakil Ketua PN Bandung ST ditangkap saat menerima suap  terkait kepengurusan perkara korupsi bantuan sosial di Pemerintah Kota Bandung (22/3)”

Bisa anda lihat pernyataan tersebut berbading terbalik pada kasus penyuapan ini. Padahal seorang hakim dituntut untuk bersikap jujur dan mempunyai kemauan baik untuk menyelesaikan masalahnya dengan jujur dan tanpa suatu embel-embel apapun. Jika dihubungkan menurut Pancasila, sila ke-2 Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab dan sila ke-5 Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kedua sila tersebut menyatakan kata ‘adil’ akan tetapi pada kasus ini mengapa ada penyuapan di dalam meja pengadilan. Pada saat ini banyak sekali kasus yang karena orang dalam di suap maka yang tidak bersalah menjadi bersalah, pada kasus kecil sekali, seperti contohnya seorang nenek-nenek mengambil sebuah melon di ladang orang lalu nenek-nenek itu dijatuhi hukuman 5 bulan penjara. Nah kalau diliat dari situ mana arti keadilan untuk masyarakat Indonesia? sedangkan hal yang sangat kecil di besar-besarkan.

Coba kita lihat pejabat-pejabat Negeri kita ini. Banyak diantara para pejabat di Negeri kita tercinta ini melakukan korupsi secara besar-besaran dan berjamaah. banyak oknum-oknum penting yang disuap untuk membebaskan mereka dari tuduhan korupsi. Dan mereka yang bersalah memakan uang Negara yang begitu banyak malah bebas berkeliaran di luar sana dan masih bisa bersenang-senang di atas penderitaan kemiskinan di Indonesia. Bahkan sampai sekarang masih banyak yang belum terkuak kasusnya, dan ada pula pejabat yang langsung pergi meninggalkan Negara Indonesia dan membawa kabur uang rakyat yang nilainya sangat fantastis.

Uang yang seharusnya diberikan kepada rakyat untuk dipakai mensejahterakan dan mengurangi beban hidup mereka, banyak sekali yang tidak sampai ketangan mereka rakyat miskin. Mereka yang mempunyai kedudukan tinggi dan rakyat kecil yang untuk mencari uang saja susah, mereka harus membeli kebutuhan yang sama dengan harga yang sama, dengan tingkatan keuangan yang sangat berbeda. Rakyat kecil harus membayar mahal untuk membeli sembako. Kalau begini bagaimana bangsa Indonesia bisa maju, untuk mensejahterahkan rakyat saja belum mampu karena hak rakyat miskin di korupsi oleh tangan-tangan tidak bertanggung jawab yang semena-mena tanpa rasa bersalah mengambil hak rakyat miskin.

Tetapi saya yakin di Indonesia ini masih ada orang-orang yang bertanggung jawab yang tidak akan pernah memakan hak rakyat miskin di Indonesia. Saya berharap pemimpin di Indonesia semua bisa bertanggung jawab dan adil pada hal apapun juga. Terutama dalam hal mensejahterakan rakyat miskin. Saya mulai melihat adanya sedikit perubahan. Mulai ada keadilan karena sejak adanya KPK semua kasus korupsi sedikit demi sedikit bisa di atasi walaupun sedikit lambat.

Pancasila sebagai dasar Negara sudah sangat bagus dan tepat, tetapi pada kenyataanya penerapan pancasila di kehidupan sehari-hari banyak sekali yang melanggarnya ada segelintir orang yang tidak memperdulikan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sebagai dasar Negara padahal sejak kecil kita sudah diajarkan di bangku sekolah untuk mempunyai rasa nasionalisme.

 

Referensi:

http://news.detik.com/read/2013/03/22/160615/2201322/10/hakim-st-ditangkap-di-ruang-kerjanya-ketika-terima-uang-dari-a

 

About dedesyana

♥ALLAH • ♥myparent • ♥my best friends • be your self • friendly • simple • moody

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s